Umar Patek – Bom Bali 1

Image

Biografi Singkat

Umar Patek alias Hisyam bin Zein, Umar, Abu Syekh, Arsalan, Abdul Karim, Umar Arab, Umar Syekh, Zacky dan Anis Alawi Jafar. Pria yang lahir di kota Pemalang, Jawa Tengah pada 20 Juli 1970 juga memiliki nama kecil yaitu Umar kecil. Terlahir di keluarga keturanan Arab Indonesia, ilmu keagamaannya tak diragukan lagi.

Semasa kecil, Umar menghabiskan waktunya di Pemalang, Jawa Tengah dan para tetangga mengenal dia sebagai Hisyam. Beranjak dewasa, ia bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Pemalang dan memiliki nomer induk 8086 serta lulus 11 April 1986.

Menurut guru yang pernah mengajarnya, di sekolah prestasinya tidak menonjol dan nilai pelajaran kimianya hanya enam, namun pihak sekolah mengenalnya sebagai anak yang baik dan tidak bikin ulah.

Dalam keseharian pun, Umar kecil dikenal oleh tetangganya sebagai anak yang mudah bergaul dengan teman-temannya seperti anak-anak pada umumnya. Bahkan para tetangga mengenal Umar sebagai anak yang pandai bermain layang-layang.

Datang ke tempat pelatihan militer pejuang Moro di Mindanao, Filipina Selatan, cita-cita Umar adalah punya istri ahli jihad. Cita-citanya pun tercapai beberapa tahun kemudian. Ia mendapat pasangan seorang perempuan dari kepulauan Visayas, Filipina Tengah, yang bernama Rumaisah alias Siti Ruqoyah. Gadis itu semula penganut kristen, kemudian masuk organisasi balik Islam.

Mereka tinggal di Mindanao hanya dua tahun yaitu dari 1996 – 1998. Usai menikahi Siti Ruqoyah, Umar langsung memboyong sang istri kembali ke Indonesia. Namun pasca peristiwa bom Bali 1, Umar kembali ke Filipina bersama istrinya.

Setelah dari Filipina, tahun 2009 mereka kembali ke tanah air guna membuat paspor yang akan digunakannya untuk pelariannya ke Afganistan. Selain kabur dari pihak berwenang, ternyata keduanya memiliki tujuan khusus yaitu berjihad ke negara yang selalu berkecamuk konflik itu.

Tanggal 31 Agustus 2010, keduanya berangkat ke ke Bangkok dengan Thai Air Ways menuju Pakistan dengan nama samaran Anis Alawi. Sedangkan Siti Ruqoyah berubah nama menjadi Fatima Zahra.

Sementara itu, dalam pelariannya menuju Afganistan, pasangan suami istri ini singgah di Pakistan di sebuah rumah salah seorang sahabat warga sana yang sempat bekerja di Indonesia. Mereka menetap selama lima bulan terhitung 31 Agustus 2010.

Source : ceritamu.com

Lihat Pula

Minta Maaf, Umar Patek Berkaca-kaca – kompas.com

Kisah Umar Patek yang terpaksa terlibat Bom Bali – tribunnews.com

Menangis, Umar Patek Minta Maaf Soal Bom Bali – tempo.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s