Kho Ping Ho, Sosok Sederhana dari Gunung Lawu

Sekitar tahun 1987 aku sempat tingal dikota solo didaerah lojiwetan ,dan dari informasi temanku aku di beritahu bahwa KHO PING HO tingal disebuat gang dekat rumahnya . Tentu saja kesempatan ini tak kusiasiakan karena dari zaman sd aku telah akrab dengan karya karya silat dari maestro ini.

Dan akupun mengajak temanku untuk menperkenalkan aku pada sang idolaku ini ,singkat cerita akupun sampai dirumah Kho ping ho ,yang teryata sangat sederhana tak segermerlap kerya karyanya yang begitu menpesona atau ketika ia mengambarkan kabut di bukit butongpay tempat bukeksiansu bertapa.

Ramah sederhana dan hangat itulah kesan pertama aku ketika melihat sosok ini ,tingi badan nya tak lebih dari 160cm dan berperawakan kecil seperti pendekar lembah naga. Dan akupun lamsung mengajak ia bicara dengan bahasa mandarin dan teryata dia tak lancar berbahasa mandarin dan kami lanjut ngobrolnya dengan bahasa indonesia campur bahasa jawa seperti dalam cerita Lindu aji.

Langsung kucecar dengan pertanyaan kok bisa karya anda begitu hidup? kok bisa anda mengambarkan negeri Tiongkok dengan begitu detil apa anda sering kesana? dan apa anda ada menguasai ilmu bela diri ? Kalau ada ilmu apa tuh? dan kenapa anda sering menulis di pas tamat lereng gunug lawu? Dan falsafah falsafah indah bermakna dalam untuk kehidupan itu anda dapat darimana? dan bagaimana anda menentukan suatu cerita akan selesai atau belum atau sampai jilid berapa? ,itulah sekilas pertanyaan yang kuajukan kepada beliau pada waktu itu karena memang selalu ada dikepalaku ketika menbaca karya karya beliau dari awal bukeksiansu sampai pendekar budiman ,pendekar sadis ,pendekar lembah naga dan lain nya serta karya beliau yang berseting tanah jawa seperti prahara laut selatan ,atau kisah bagus sajiwo dan lindu aji yang menpesona pokoknya tak ada karya beliau yang tak kubaca.

Diam sejenak iapun menjawab satu persatu pertanyaanku dengan sabar” saya ada menguasai sedikit kunfu sholin katanya ,dan saya pernah sekali ke negeri Tiongkok  lanjutnya, falsafah falsafah kehidupan saya banyak baca dari kitab kitab dan ajaran Krisna murti katanya ,malah katanya ialah yang menterjemahkan beberapa karya krisnamurti ke bahasa indonesia ,oh teryata beliau malah fasih berbahasa ingris daripada bahasa mandarin gumanku dalam hati,karena karya karya krisnamurti yang ia terjemahkan adalah berbahasa ingris.

Mengenai caraku berkarya ,lanjutnya gampang aja misal dalam sejarah diceritakan misal sultan hasanudin dari kerajaan mataram mengirim seorang telik sandi atau mata mata ke batavia untuk melihat kekuatan belanda ,maka saya akan olah perjalanan telik sandi ini dari ia semasa kecil sampai dewasa dan belajar ilmu silat dan kanuragan sampai ia di percaya oleh sultan untuk menjadi seorang telik sandi ,dan kuceritakan perjalanan nya dari mataram sampai ke batavia. oh pantesan didalam sejarah kapiten  yang mengusai batavia mati mendadak akibat serangan pasukan sultan hasanudin ,di sejarah tak dicatat tapi oleh kho ping ho jelas ia dibunuh oleh ajiannya si lindu aji ,kataku tapi dalam hati saja waktu itu.

Dan ketika aku mengarang aku masuk kedalam sebuah kamar khususku dan mulai menbuat judul dan terus mengetik sampai selesai kadang samapi tiga hari tiga malam kerjaku hanya mengetik saja sampai keluargaku mengatakan aku dalam situasi trans ,dan aku juga tak tahu kisah ini akan kubikin menjadi berapa jilid ,cerita ini hanya mengalir saja tanpa konsep dan aku hanya mengetik saja sampai jariku berhenti baru akupun berhenti menulis,kata beliau padaku.

Mengenai tulisan gunung lawu memang aku sering menulis disana karena aku punya sebuah rumah sederhana disana ,dan ketika kutanyakanpada temanku teryata kho ping ho ini beristri 2 yang satu tingal di lereng gunung lawu.Dan iapun bercerita ia pernah menbantu seorang anak muda yang terobsesi oleh karyanya dan akhirnya ikut menulis dan diterbitkan oleh penerbitan GEMA dibawah naungan penerbitan beliau yaitu Batara tara yang terkenal dengan karyanya putri pulau es.

Dan setelah itu akupun sering berkunjung kerumah beliau sambil menbawakan buku buku budhisme zen seperti kitab sutra altar karya master hui neng dan munkin ini juga menginprirasi beliau dalam karya karya terahir menjelang akhir hayat beliau .

Dan ketika kho ping ho berpulang kehariban NYA , menheningkan cipta dan mendoakan agar ia diterima disisi TUHAN karena ia telah banyak menemani hari hari penuh imajinasi anak muda di Indonesia. dan aku tak sempat datang karena waktu itu aku sudah di jakarta dan beritanyapun hanya diberitakan sekilas di sejumlah koran ibukota waktu itu dan akupun lupa tahun berapa.

Selamat jalan KHO PING HO karyamu masih hidup di dada kami agar kami bisa menjadi pendekar pendekar budiman dan bukanpendekar sadis dan belajar pada keserderhanaan bukek siansu dan menjadi pejabat istana yang bijak seperti suma han dikisah para pendekar pulau es dan belajar menjadi pahlawan kecil seperti lindu aji.

Salam damai selalu buat para pengemar KHO PING HO

Andy Dharma
www.kompasiana.com/andydharma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s